Beruntunglah punya ingatan.
Dari titik jenuh, kita tinggal melompat ke masa yang paling membahagiakan.
Dari usapannya, rindu ternyata tidak mengerang dalam jarak semata.
Tapi sekaligus meratapi kedekatannya.
Sekat hanya batas belaka.
Ingatan yang berkuasa menembus selubungnya.
Sebagai yang kurindukan, kamu tetaplah nyata.
Sebagaimana rindu yang mempertemukan jarak, di ceruk mana pun kamu berada, kita bersama.
Rinduku menyisir sunyi di sudut bibirmu.
Juga merayakan riuh gaduhnya di palung hatimu.
Dan, pada petak hatimu, aku ingin menanam seribu padi.
Pada saatnya, menguning bersama rindu yang meniadakan kata bosan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar