Rinduku adalah deeu dendam pertemuan.
Aku akan membalasnya dengan basah kecupan saat bibirmu terantuk kesepian.
Hai, Rindu..
Kamu makin tak tahu malu saja!
Begitu telanjang kamu di depanku.
Dan bergetar, aku meminangmu.
Sungguh beruntung, aku tak perlu menunggu musim panen.
Reruntuhan rindumu telah jatuh di pelataran pagiku.
Dan, kini aku mereguknya dari secangkir kopi.
Terasa begitu sedap.
Rindumu manis, bahkan sangat mania si indra rasaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar