Gerimis tidak menidurkan danau.
Hanya membuat cemara termangu.
Berbicara dalam kebisuan, dalam diam.
Tanpa suatu yang pasti..
Diam itu kalimat sunyi.
Diam- diam mengurai ceritanya sendiri.
Dan aku ada didalamnya sebagai peran utama.
Kala sang surya beranjak ke peraduan.
Temaran senja membauri langit luas.
Menenun selaksa kenangan..
Dengan seuntai benang kasih.
Berharap, dan tak berhenti.
Setidaknya, masih ada kesempatan untuk berlari lagi, suatu saat nanti.
Mengarungi lembah kehidupan
Mencari secercah asa..
Menempuh bahtera kehidupan.
Yang tak lekang jua!
Diam pun terbatas waktu.
Membisu kata ditempias ragu.
inikah pilihanku?
Masam masih menyapa..
Berdiri dengah pongah!
Tanya bisu. "Aku yang sepenuhnya telah berbuat sia- sia tanpa logika dan tepikan nyata, atau mungkin mengingkari realita?! Tepatnya."
Kosong. Ketika rasa menghuni ruang ketidakberdayaan.
Bahkan, gelisah pun tak terendus penciuman.
Setitik tanda melintas lalu!
Menampar tak basah di lipatas desah.. Aku resah!
Aku tepikan tanya yang menciut di ambang ketakutan.
Diam meradang tak tentu arah.
Aku tidak menyerah..
Hanya lelah dan sedikit terengah..
Apalah daya..
Aku hanyalah seorang wanita.
Inikah saatnya membalik halaman dan menutup buku?
Meskipun belum sampai di bab terakhir?
Dalam wirid lemah tanpa pongah, aku mengiba dalam doa.
Tuhan, perkenankanlah kiranya..
Tetapkan ia dihidupku yang tak ku tahu batas usiaku.
Izinkan aku beremansipasi..
Meminta diri menjadi seorang istri..
Untuk kekasih pujaan hati.
Wuuih ada yang galau tingkat dewa minta di pinang.
BalasHapus:D makasih sudah berkunjung ke blog uli mayang