Rabu, 20 Maret 2013

MERASUK MALAM

Saatnya tiba untuk berbisik perlahan pada Tuhan, aku sudah siap.
Tapi ingin tahu..
Bilakah saat diriku Kau ambil agar kurasakan nikmat, maut menjemput dalam terang tanpa berkabut.
Dan inilah kata, ketika aku merasuk dalam malam.

Sulit tidur adalah kebiasaan setelah tua.
Tapi sungguh, tak ada takutku pada maut.
Hari- hari ini tiba, untuk berbisik perlahan membujuk Engkau memberitahuku soal yang satu itu.

Aku ingin mengalaminya sendiri. Dan menikmati mati.
Sehingga menjadi sangat indah, tanpa cadar. Dan ketika itu tiada pemberontakkan, kacuali suka sama suka.

Tuhan- ku Maha pengasih..
Berikanlah aku sedikit waktu, barang beberapa purnama.
Lalui sisa penghabisanku, mengamalkan dan tuntaskan kewajibanku. Menjaganya.
Sisipkan aku dihidupnya, tunaikan syariat- Mu dan penuhi ibadah kami.
Biarkan aku senantiasa menjadi satu- satunya alasan dia tersenyum, saat pelik dan praha tiba.
Buai dan timang kami, dalam singkatnya waktu 'tuk mengeja sebaris kata "bahagia", bugil, bulat, dan utuh. Tanpa jeda dusta.
Izinkan dia meminangku terlebih dahulu, dan aku menjadi ibu dari anak- anaknya.
Hingga tiba saatnya nanti, dengan senyuman selembut beledu.. aku pulang keparaduanku, rumah- Mu.
Lengkap sudah beban asaku.

Tuhan, hanya itu inginku..
Mengecap seutas benang pengharapan, sebelum hembus nafas terputus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar