Selasa, 19 Maret 2013

Dear you, Dalam Hujan, Aku Menari!

Apa yang kurekam dari hujan siang ini? Larik- lari rindu yang menghias rintiknya saat kita sepayung berdua; di kota sana, suatu hari tanpa nama.
Sepayung membelah hujan. Dalam magis lirih rintiknya yang menorehkan bahagia, juga luka. Bersama!

Tawa- bahagia dan sedu- sedan tangis meramu satu.
Dalam hujan itu, tersimpan jejakmu. Lewat riuh rintiknya, aku mengadu dan mengaduh pilu.
Aku katakan pada hujan, kita masih bersatu; seadanya- setiada- tiadanya.
Karena kamu telah memenangi hatiku, begitu juga aku.

Hujan boleh reda. Tapi tidak dengan rinduku.
Kau telah merenggutnya tanpa sisa.
Dan kini, tinggallah kosong meraja.
Dan tetaplah dalam hujan. Karena di sana, aku terbiasa menari bersamamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar